The Day the Music Died

The Day the Music Died alias hari kiamatnya musik, wih, serem amat…

Tapi memang begitulah kenyataannya ketika pada 3 Februari 1959 terjadi sebuah kecelakaan pesawat terbang di sekitar Clear Lake, Iowa, Amerika Serikat. Musibah tragis itu merenggut nyawa tiga musisi terkenal di era tersebut yaitu Buddy Holly, Ritchie Valens serta J.P. Richardson a.k.a. The Big Bopper.

Bisa jadi karena 3 artis yang mempunyai nama besar tewas sekaligus secara bersamaan maka gelagat pesimistik langsung menyeruak di banyak orang seolah serentak menyimpulkan: hari akhir musik telah tiba, the day the music died!

Wajar saja, di masa itu siapa sih yang tak kenal Buddy Holly, sosok yang menurut kritikus musik Bruce Eder punya peran signifikan di masa awal kemunculan rock ‘n’ roll (“the single most influential creative force in early rock and roll”). Pengaruh figur kelahiran Lubbock, Texas, tahun 1936, ini tersimak jelas pada The Beatles dan Rolling Stones serta musik pop pada umumnya. Oleh majalah Rolling Stone, pria bernama asli Charles Hardin Holley ini diposisikan di nomer 13 deretan “100 Greatest Artists of All Time”.

Sementara Ritchie Valens meraih pengakuan dunia—termasuk Indonesia—salah satunya lewat lagu La Bamba. Tembang tenarnya yang juga banyak dinyanyikan kembali oleh artis lain adalah Come On Let’s Go.

Dan Jiles Perry Richardson, Jr., adalah rock ‘n’ roll artist-cum-disc jockey terhormat di blantika musik Amerika jaman itu. Chantilly Lace, lagu karyanya disenandungkan ulang oleh Jerry Lee Lewis, sanggup mencapai jenjang no. 1 di chart Hot Country Singles majalah Billboard pada 1972.

Monumen The Day the Music Died

Sebutan The Day the Music Died sendiri pertama kali secara resmi dideklarasikan oleh Don McLean dalam lagunya, American Pie.

Coba perhatikan liriknya

A long, long time ago…
I can still remember
How that music used to make me smile.
And I knew if I had my chance
That I could make those people dance
And, maybe, they’d be happy for a while.

But february made me shiver
With every paper I’d deliver.
Bad news on the doorstep;
I couldn’t take one more step.

I can’t remember if I cried
When I read about his widowed bride,
But something touched me deep inside
The day the music died

Don McLean saya pikir mungkin agak terlalu pesimistik. Don tak sepenuhnya benar. Sebab sampai hari ini musik masih tegak menjulang digjaya (well, di Indonesia industri rekaman agak peyot sedikit sih gara-gara maraknya pembajakan, but it’s still alright, pretty much). Apalagi Michael Schenker Group, menolak pernyataan itu dan menganggap musik (Rock) baik-baik saja—tak akan pernah mati, malah—lalu berteriak lantang di album terbitan 1983 Built to Destroy, ROCK WILL NEVER DIE!!!

*Artikel ini saya tayangkan pertama kali di Musikator. Versi orisinilnya bertajuk “WTF: The Day the Music Died”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *