Superman Is Dead ~ The Hangover Decade

Press release Superman Is Dead ~ The Hangover Decade ini saya telah buat lalu tayangkan pertama kali pada tahun 2004. Barangkali tulisan yang membahas album kedua grup asal Bali bersama Sony Music Indonesia ini sudah terbilang agak usang di masa sekarang. Namun tetap saya tampilkan di situs pribadi saya ini demi mendokumentasikan perspektif yang pernah saya tuangkan agar menjadi lebih rapi, tak lagi berceceran tak beraturan, bisa menjadi arsip yang sahih lagi sinambung.

Setelah sekitar setahun sejak album Kuta Rock City dirilis, akhirnya Superman Is Dead yang sampai tahun ke-9 kekal beranggotakan Bobby Cool (vokal, gitar), Eka Rock (bass, vokal latar), Jrx (drum); menggebrak kembali dengan The Hangover Decade. Album yang merupakan album ke-2 bersama Sony Music Entertainment Indonesia (dan merupakan album ke-5 secara keseluruhan) kali ini terkesan lebih gelap, semakin matang, serta—secara musikal—kian eksploratif. Impresi tersebut paling frontal tergambar dari pemilihan desain album yang relatif kelam & bergulat hanya dengan 3 warna yaitu magenta, hitam & putih. Sementara figur para personel sepertinya sengaja disamarkan, efektif mencuatkan aura misterius.

Belum lagi tema lagu yang notabene sebelumnya didominasi cerita soal keseharian, soal pesta, soal bir, soal bir, & soal bir; maka kali ini isu yang diangkat duhai beragam. Serbaneka mulai dari isu serius psiko-sosial (Great Dream of Society, Future Disgrace), konsep Bhineka Tunggal Ika (Rock ‘N Roll Band), huru-hara asmara (Falling Down, Disposable Lies), hingga metode ringan-lucu-segar supaya badan & pikiran bugar (Hanya Hari Ini (The Hangover Decade)).

Sudah begitu, jelajah berkesenian tidak melulu macet stagnan di jazirah Punk, namun terselip juga tipis-tipis warna Punk Rockabilly (Muka Tebal—sebagai 1st single); TexMex alias campur sari Texas vs Mexico (Kings, Queens, & Poison); CalJam atau fusi antara California-Jamaica (Moral Dilemma); sampai LagLamJack a.k.a. Lagu Lama neh Jack (Bad Bad Bad, Beyond This Honesty, Tv Brain, dan Long Way to the Bar).  Iya, 4 lagu yang disebut terakhir sejatinya dirampas dari cakram lawas SID Bad Bad Bad—dengan sedikit polesan baru di sana-sini. Semuanya memang diagendakan untuk disertakan kembali demi mengakomodasi permintaan yang ruah melimpah dari daerah-daerah luar Jawa & Bali.

Faktor signifikan lain yang vital dicatat di sini adalah varian partisipan yang atraktif sekaligus sinergis. Ada Joni Agung, sosok dreadlock yang sering ‘dituduh’ sebagai Bob Marley-nya Bali. …Coba, bagaimana kalian tidak spontan merasa berambut gimbal, menegakkan bendera Jamaika, dan menjadi Rastafari adalah ultra cool saat mendengarkan Joni Agung biar-letoy-asal-asoy bersenandung di Moral Dilemma. Peace, mon!

Desah persuasif Melanie Subono, cewek bersuara renyah yang lumayan sukses memasarkan album solo yang agresif bernafaskan Pop Punk beberapa waktu silam di Falling Down, niscaya bakal manjur—utamanya bagi para gadis remaja—jadi pemicu agar segera ayo segera mencampakkan itu cowok yang selama ini merasa dirinya kegantengan, mana kerjaannya nenggak minuman keras terus, dus sisi romantisnya telah punah terkikis habis.

Kemudian Leo Sinatra gitaris sakti-mandraguna-lihai-lancar-jaya band Punk Rockabilly dari Bali, Suicidal Sinatra, urun rembug saling silang dengan One Dee oknum Noin Bullet, veteran Ska asal Bandung, yang merajam sensual dengan permainan trumpetnya. Satu sama lain berinteraksi mutual bin fenomenal. Total garansi kamu akan instan menyukai film kartun koboi Speedy Gonzales atau tiba-tiba betah nonton telenovela bikinan Mexico bareng Bu Likmu gara-gara kepincut resep TexMex doi pada di Kings, Queens, & Poison.

Nah, terakhir, kenapa albumnya diberi tajuk The Hangover Decade? Gampang, ketika album ini mulai deras merajalela di seantero Nusantara maka saat itu pula usia SID telah menggapai satu dekade; sudah tiba di tahun ke-10; hangover (dalam konteks ini dimaknai sebagai: berkiprah) selama satu dasawarsa. Dipahami?

*Foto-foto Superman Is Dead di halaman depan & halaman dalam adalah karya Anom Manik Agung

7 thoughts on “Superman Is Dead ~ The Hangover Decade

  1. Kalo yang album kuta rock city,, ada deskripsi & dokumentasi nya ga’ mas dethu..
    Kalo ada tolong d share d website nya donk..
    Sekalian untuk nostalgia masa2 dulu..

    Thanks & cheers..

  2. Seto Argo, hihi… Saya juga kelimpungan nyari file-file lama saya. Dulu saya kayaknya ada nulis rilis pers untuk “Kuta Rock City”. Tapi gak/belum ketemu juga. Coba nanti saya cari-cari lagi. Kali ada temen yang simpen. So you’d better stick around, dude 🙂

  3. Thanks mas dethu,, semoga lekas ketemu file nya.. Hehe..
    Scr khusus saya tertarik dgn tulisan anda heehe,, baik yg mengulas musik maupun sosial dan budaya..

    Cheers!!

  4. Oh iya,, saya mw tanya mas dethu..
    Di lagu yg berjudul superman is dead,, ada paduan suara The Lebak Bulus Punk Rock Choir,, apakah masih eksis smpe skrg..
    Klo ga salah mas dethu jg ikutan ya.. Hee.

  5. Agar lebih paham seyogianya disebut lengkap: The Incidental Lebak Bulus Punk Rock Choir. Dan kunci dari cara membacanya ada di dua hal utama (1) Incidental (2) Lebak Bulus serta satu frase pelengkap (3) punk rock choir. Disebut “incidental” karena sifatnya memang dadakan. Tiba-tiba muncul ide bahwa di bagian tertentu dari lagu tersebut—lagu apa ya, saya lupa hehe—kayaknya bagus ditambahin koor. Ya udah, siapa yang saat lagi ada di studio langsung diminta menyumbang suaranya. Makanya saya jadi ikut terlibat di situ juga akhirnya. Kalau “Lebak Bulus” ya karena lokasi studionya ada di situ. Trus “punk rock choir” merujuk pada kelompok koor yang terdiri dari para punk rocker plus nihil latar belakang bersenandung formal 🙂

    Trivia: Ada satu lagi suara saya—kalo gak salah di “Runaway Stripper”, lupa juga hehe—di bagian akhir lagu saya dan JRX ngoceh sedikit.

  6. Iya,, the incidental lebak bulus punk rock choir.. Maaf terburu buru nulisnya :
    Iya di lagu yang berjudul “superman is dead”,, waktu koor gugur bunga..
    Keren juga,, bikin merinding waktu dulu mendengarnya.. Hee..
    Dulu prtama kali dengar sempet kaget juga,, ada lagu punk yg dtengah2nya diselipin koor gugur bunga dengan tempo yang lebih cepat tentunya..

    Yo’ii di akhir lagu runaway stripper anda dan jrx sumbang ocehan.. :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *