St. Patrick’s Day: Irish Whiskey, Celtic Punk, & More Whiskey

The Block Rockin’ Beats
St. Patrick’s Day: Irish Whiskey, Celtic Punk, and More Whiskey

Edition: June 23, 2010 | Updated: April 22, 2012

:: Playlist, notes and photos, written and handpicked by Rudolf Dethu ::

…A long time ago, way back in history,
when all there was to drink was nothin but cups of tea.
Along came a man by the name of Charlie Mops,
and he invented a wonderful drink and he made it out of hops…

Begitu senandung tradisional pekat alkohol yang berkisah tentang Charlie Mops, sosok yang begitu dihormati di Dublin, Donegal, dan seantero tanah Irlandia. Kreativitas Charlie Mops mencipta bir terbukti gemilang menyemangati para “paddy” (sebutan bernada merendahkan kepada Irishmen oleh orang Inggris), membebaskan mereka dari dingin yang mencekik, membuat mereka lebih bergembira lalu riang ria bernyanyi serta berdansa. Oh, tak usah mengernyitkan dahi atau mengendorkan testikel, sosok Charlie Mops ini cuma fiktif. Sahibul hikayat, eksistensi khayali Charlie ini sudah muncul sejak era baheula, dipopulerkan pertama kali oleh angkatan laut kerajaan Inggris Raya. Nama Charlie Mops sendiri adalah rima dari barley dan hops, dua unsur utama dari bir. Ha.

Benar, untuk edisi The Block Rockin’ Beats kali ini saya tak menyelenggarakan eksibisi. Agar tak membosankan aja. Jadi sesekali saya selipkan tema khusus tentang sebuah genre musik. Jika beberapa pekan silam saya sodorkan tembang-tembang yang menyasar Desert/Southern/Stoner Rock/Sludge dan sebangsanya—silakan klik Lions of the Desert: Stoner, Southern, and Sludgy Sabbath Symphony—maka kali ini saya menukik bicara rupa-rupa Paddybeat: Celtic Punk, Irish Folk-Rock, serta familinya. Fenomena Paddybeat ini sendiri telah berkembang makin luas. Tak cuma populer di tanah Irlandia saja, tak hanya menyangkut bangsa Irlandia saja, tak semata berhenti soal Irlandia saja, tapi belakangan Skotlandia disertakan pula sebagai bagian dari gejala ini. Selain itu kantong-kantong imigran Irlandia (Irish diaspora) dan komunitas Skotlandia yang tersebar di Inggris (London), Australia (Sydney dan Australia Selatan), Amerika Serikat (Boston, Chicago, Philadelphia, Los Angeles), Kanada (Vancouver dan Newfoundland), dsb; tampak berperan besar juga mendongkrak kemasyhuran genre ini.

Yang khas dari aliran musik ini—sekarang kerap disederhanakan penyebutannya dengan Celtic Punk saja—adalah temanya yang dominan berkisah tentang teritori Irlandia, wilayah Skotlandia, perjuangan kemerdekaan Irlandia serta Skotlandia, IRA (Irish Republican Army), budaya minum alkoholnya—utamanya wiski—yang sinting, Irish diaspora, pula mengenai kebanggaan khas kerah biru (working class pride). Selain itu hulubalang Celtic Punk umumnya memasukkan instrumen tradisional macam akordion, banjo, mandolin, bagpipes, fiddle tin, dll. Kelompok yang dianggap paling bertanggungjawab memperkenalkan genre ini adalah The Pogues dengan biduan slebor lagi puitis nan Maha Mulia bernama Shane MacGowan. Oleh banyak sejarawan musik Shane—ditopang Spider Stacy—dianggap berjasa menjadi figur paling mula mempadupaksa unsur Celtic Folk dengan (attitude) Punk Rock. Untuk era sekarang, menurut saya kongregasi Celtic Punk yang paling keren adalah The Tossers. Berikutnya, um, Flogging Molly, mungkin. Dropkick Murphys? Nay. Gak terlalu suka. Nuansa boneknya kelewat kental, kurang intelek, agak-agak redneck kalau menurut saya. Tembang Dropkick Murphys yang saya tampilkan di sini adalah satu dari ultra sedikit karya mereka yang “indah.” The Dirty Glass ini mengingatkan saya pada Fairytale of New York dengan distorsi lebih bajingan.

…He must have been an admiral a sultan or a king,
and to his praises we shall always sing.
Look what he has done for us he’s filled us up with cheer!
Lord bless Charlie Mops, the man who invented beer beer beer
tiddly beer beer beer…

The Playlist
01. The Pub – The Tossers
Sekali lagi, ini adalah band celtic punk yang paling saya suka setelah The Pogues. Di kota asalnya, Chicago, grup beranggotakan 7 orang—1 perempuan, main biola—ini merupakan salah satu yang menonjol di skenanya. Konser mereka tenar sebagai ajang riang gembira maksimum yang tinggal beberapa jengkal saja dari kegaduhan dan anarkisme. Malah suatu kali ketika menjadi pembuka bagi Shane MacGowan penonton yang sebagian besar telah mabuk, saking ekstasenya, hampir saja lupa bahwa setelah The Tossers bakal ada Yang Dipertuan Agong Shane MacGowan. Hiks.

Secara musikal “The Pub” menyodorkan cengkok celtic punk yang khas: nuansa tradisional irish folk yang kental yang ditingkahi dengan distorsi punk yang kasar, tembak langsung dan berkecepatan tinggi. Secara tema, fondasinya adalah soal ritual minum alkohol, tentu. Namun The Tossers juga menyentuh ranah political punk seperti yang cukup ditunjukannya di tembang ini (sebagian kritikus menganggap The Tossers sebagai angin segar di punk rock yang belakangan hampir kehabisan nafas, nyaris stagnan, macet ide, membosankan). Secara dandan, The Tossers ini bisa dibilang paling sadar busana dibanding pengusung celtic punk yang lain. Buktikan sendiri di videoklip ini.
Album: Long Dim Road/Tahun rilis: 2000

02. Drunk Tonight – The Bloody Irish Boys
A drinking group with a music problem. Itu saja yang saya tahu tentang mereka. Selebihnya nihil. Yang jelas saya doyan lagunya. Celtic punk yang asyik untuk berdansa (gaya Irlandia).

…Angkat kaki kiri ke depan, lalu berikutnya kanan ke depan, kiri lempar ke depan, kanan lempar ke depan, kiri depan, kanan depan, pertahankan, mari bernyanyi, menari, bergembira, pertahankan, jangan tumbang ya…
Drunk Rock/[year released unknown]
03. Drunken Lullabies – Flogging Molly
Di Indonesia, khususnya di ranah celtic punk, septet ini sepertinya lebih ngetop dibanding The Tossers. Memang, secara kualitas mereka juga mumpuni. Yang menarik, ternyata band asal Los Angeles ini vokalisnya, Dave King (lahir di Dublin), adalah mantan biduan Fastway (projeknya Eddie “Fast” Clarke eks-Motörhead dan Pete Way eks-UFO).
Saksikan videoklipnya di sini.
Drunken Lullabies/2002

04. Celtic Storm – The Mighty Regis
Simak penampilan mereka di Warped Tour. Saya, jujur saja, agak males liat penampilan vokalisnya, murtad terhadap ewuh pakewuh dandanan celtic punk. Tapi lagunya asyik sih. Hehe.
Another Nickel for the Pope/2008

05. Las Vegas (In the Hills of Donegal) – Scythian
Ini lagu sepertinya sebentar lagi mencapai taraf klasik saking seringnya dinyanyikan kembali oleh pelbagai grup musik. Padahal usia tembang ini belumlah tergolong uzur, muncul ke muka umum pada 1992. Dipopulerkan pertama kali oleh band asal Donegal, Irlandia, Goats Don’t Shave. Akibat saking tenarnya bahkan sesepuh irish folk sekelas The Dubliners pun turut mendaur ulang.
The Rusty Razor/1992

06. She Swears Like a Sailor – The American Wake
Berasal dari Orange County, SoCal, kuintent ini memasukkan sedikit unsur country juga ke ramuan celtic punk-nya. Hasilnya tergambar jelas di tembang ini. Simak videonya dan kagumi biduannya yang bersuara merdu, menyanyi di antara gaya celtic dan cowpunk.
Tell No Tales/2005

07. Hobo Train – Paddy Goes to Holyhead
Istilah “paddy” yang tadinya bermakna peyoratif belakangan justru digunakan sebagai identitas yang membanggakan, menjungkirbalikkan kenistaan menjadi kejumawaan plus menyebut musiknya yang khas sebagai “Paddybeat”.
Hooray/[year released unknown]

08. Leonard Cohen – The Dreadnoughts
Beranggotakan 5 orang, berasal dari Vancouver, mengaku pekat terpengaruh oleh The Pogues, Gogol Bordello dan Rancid. Ada sedikit sentuhan ska-punk di lagu ini.
Legends Never Die/2007
09. Whisky You’re the Devil – Liam Clancy
Sejauh yang saya tau, tembang ini adalah tembang tradisional irish-folk dan banyak di-cover hingga hari ini, termasuk oleh Liam Clancy, personel The Clancy Brothers, salah satu grup musik paling tenar di tanah Irlandia. Secara musikal, hampir tiada warna punk rock kecuali dari judul dan tema yang tembak langsung a la punk rock.
V/A Celtic Classic Treasures/2006

10. Donald Where’s Your Troosers – The Irish Rovers
Pertama kali dipopulerkan oleh Andy Stewart pada 1961, tembang folk ini ngetop lagi pada 1989 dan kini menjadi klasik. Liriknya berkisah tentang orang Skotlandia yang lebih suka memakai rok (kilt) dibanding celana. Konon, Andy Stewart menulis lagu ini di wc, posisi duduk, tanpa celana.
[single]/1961
11. The Rare Old Mountain Dew – Orthodox Celts
Sama, irish-folk klasik juga. Telah muncul sejak abad 18, tembang ini berkisah tentang poitín, satu dari sedikit minuman paling brutal di dunia saking buas kadar alkoholnya (60-95%) serta dikategorikan ilegal di beberapa negara. Ayo kita senandungkan lebih sering lagu-lagu bernafas ilegal macam begini di Nusantara kolot yang banyak peraturan, penuh larangan membosankan, dan sedang menuju ke kanan garis keras ini.
Green Roses/1999

12. A Pub with No Beer – The Dubliners
Kalau lagu folk klasik ini justru munculnya dari Australia pada 1957 dan merembet pengaruhnya hingga Dublin dan merangsek ke seantero jagat hingga akhirnya justru banyak musisi Irlandia yang menyanyikan ulang tembang ini.

…It’s lonesome away from your kindred and all,
By the campfire at night where the wild dingos call,
But there’s nothing so lonesome, so dull or so drear,
Than to stand in the bar of a pub with no beer…

V/A Irish Drinking Songs/1993

13. Dirty Old Town – Johnny Logan and Friends
Saya mengenal lagu ini pertama kali via The Pogues. Setelah dilacak ternyata aslinya keluaran tahun 1949. Saya pilihkan dari Johnny Logan, biduan Irlandia kelahiran Australia, agar saya dan anda lebih kaya referensi saja.
The Irish Connection/2007

14. Drink the Night Away – Gaelic Storm
Jika berkutat di Celtic Punk maka istilah “Gaelic” pasti akan sering ditemui. Ya, Gaelic ini berkaitan dengan kelompok etno-linguistik di Irlandia dan Skotlandia.

…Ok, mari kita lanjutkan berdansa…
Angkat kaki kanan, lalu lempar ke depan
Angkat kaki kiri, pula lempar ke depan
Kedua tangan di pinggang,
Angkat kaki kanan, lempar, depan
Angkat kaki kiri, lempar, depan
Lempar kiri, depan
Lempar kanan, depan
Jaga biar seimbang ya, pertahankan ya…
Yang oleng silakan minum dulu, uh-oh, duduk dulu… Oh, my Guinness!
Herding Cats/1999
15. Streams of Whiskey – The Pogues
The Pogues yang didirikan di London pada 1982 merupakan entitas paling penting—simak dan camkan: paling penting—di ranah celtic punk. Duo pendirinya, Shane MacGowan dan Spider Stacy, bak duo pendekar slebor penjunjung garis keturunan Irlandianya, memuja alkohol berlebih, serta di saat yang sama mencintai punk rock. Atau secara ringkas-cergas: tak akan ada celtic punk tanpa The Pogues. Dipahami?
Red Roses for Me/1984

16. South Australia – The Hit the Bottle Boys
Ini juga folk klasik yang disenandungkan ulang. Sejatinya lagu ini merupakan sea shanty asal Inggris. Sea shanty kerap diistilahkan juga sebagai “maritime work song”. Nyanyian yang biasa disenandungkan bersama-sama oleh para buruh galangan kapal saat bekerja untuk pemicu semangat.

Lagu ini dikenal juga dengan tajuk lain yaitu “Rolling King” dan “Bound for South Australia”.

…In South Australia I was born
Heave away. Haul away!
South Australia round Cape Horn
And we’re bound for South Australia
Haul away you rolling king
Heave away! Haul away!
All the way you’ll hear me sing
And we’re bound for South Australia

James Gillespie Scholarship Fundraiser/2006
17. Outta Scotch – Real McKenzies
Berasal dari Vancouver, Kanada, grup ini termasuk veteran, telah mondar-mandir di skena celtic punk sejak 1992. Jika diperhatikan lebih cermat, selain amat kental dengan nuansa punk 90an, mereka lebih dekat ke Skotlandia dibanding ke Irlandia.
The Real McKenzies/1995

18. Drunken Lazy Bastard – The Mahones
Ah, ini lagu riang ria wisky jaya. Saya duhai suka.

…Angkat kaki kiri dan lempar ke depan
Kaki kanan, lempar, depan
Tangan kacakkan di pinggang
Hey, Donald, where’s yer troosers?!
Paint the Town Red/2003

19. The Dirty Glass – Dropkick Murphys
Di tembang ini mereka mengajak serta Stephanie Dougherty, crew band yang biasanya bertugas menjual merchandise. Saksikan penampilan Stephanie di Warped Tour 2003.
Blackout/2003

20. Consuming – Ahead to the Sea
Celtic/ska punk asal Jerman dengan harmoni vokal laki-perempuan. Bayangkan Dance Hall Crashers berbagi bir di Oktoberfest dengan Flogging Molly.
Aye, Paddy, pick-it-up, pick-it-up, pick-it-up…!!!
Urban Pirate Soundsystem/2005

21. Loch Lomond – Judy Collins
Bukan, ini bukan tentang minuman single malt asal Skotlandia kegemaran Kapten Haddock. Lagu yang judul panjangnya, “The Bonnie Banks o’ Loch Lomond” ini adalah lagu klasik Skotlandia yang pertama kali dirilis pada 1841. Oleh banyak kalangan tembang ini diinterpretasikan secara lebar sebagai lagu untuk para pejuang yang rela mati dan sebagai timbal balik rohnya akan kembali ke pangkuan tanah Skotlandia. (Ketika saya mendengar lagu ini dengan noise-cancelling earphones, aduh, merinding…)
Classic Folk/2000
22. Smoke and Strong Whiskey – Christy Moore
Christopher Andrew “Christy” Moore adalah penyanyi folk kawakan di Irlandia. Saya pilih lagu ini untuk sedikit menurunkan tensi dan, tentunya, agar kita bisa mencleguk wiski lagi agar nanti kembali prima berdansa.
Smoke and Strong Whiskey/1991

23. Fairytale of New York – The Pogues feat. Kirsty MacColl
The Pogues di sebuah konser pada tahun 1998 ketika mereka semua masih muda. Yang memakai kacamata adalah, ya, Shane, di tengah adalah Kirsty, dan Spider di kanan. Kesleboran Shane lumayan terwakilkan di sini. (Shane didepak dari grupnya pada 1991 akibat ba’ok muluk dan dipandang mengganggu produktivitas band. Joe Strummer sempat menggantikannya sebentar sebelum total diambilalih oleh Spider. Shane bergabung lagi pada 2001.)
βœ“ Trivia: berturut-turut selama 3 tahun, 2004-2006, lagu ini menurut hasil polling VH1 (Inggris) terpilih sebagai “the best Christmas song of all time”.
If I Should Fall from Grace with God/1988

24. Beer, Beer, Beer – The Clancy Brothers
Lagu pemujaan nabi imajiner Charlie Mops atas jasanya menciptakan bir ke dunia. Maka dari itu, jika Bir adalah agama anda, wajib hukumnya menghafal kidung ini.

…Look what he has done for us he’s filled us up with cheer!
Lord bless Charlie Mops, the man who invented beer beer beer…

V/A Irish Pub Songs/2000

25. In Heaven There is No Beer – The Pogues and The Dubliners
[cleguk wiski lagi untuk mancing energi] Ok, ayo berdansa!

…In Heaven there is no beer
That’s why we drink it here
And when we’re all gone from here
Our friends will be drinking all the beer…

V/A Irish Drinking Songs/1993

26. Whiskey in the Jar – Shanneyganock
Lagu klasik folk Irlandia ini coba disenandungkan ulang oleh kuartet asal Newfoundland dengan pendekatan celtic punk.

Dari sedemikian banyak versi, Shanneyganock mengikuti versi The Dubliners:

…As I was goin’ over the far famed Kerry mountains,
I met with Captain Farrell, and his money he was counting.
I first produced me pistol and I then produced me rapier,
Saying: “Stand and deliver, for you are a bold deceiver!”.

Musha rin du-rum do du-rum da, Whack for my daddy-o,
Whack for my daddy-o, There’s whiskey in the jar…

V/A Newfoundland Drinking Songs/2005
27. Boys of the Old Brigade – The Wolfe Tones
Tembang klasik bernuansa pemberontakan dalam rangka mendukung Irish Republican Army (IRA) memperjuangkan kemerdekaan Irlandia (1919-1921) yang dinyanyikan ulang oleh grup irish folk garis keras asal Dublin, Irlandia, The Wolfe Tones (namanya diambil dari patriot dan pemberontak legendaris Irlandia, Theobald Wolfe Tone). Harap dicatat pula bahwa kelompok IRA ini berbeda dengan IRA yang kita kenal sekarang.
βœ“ Trivia: oleh loyalis klub sepakbola Celtic Glasgow (Celtic F.C.) lagu ini dijadikan mars pemersatu yang akhirnya menyulut kontroversi karena dianggap sektarian.
Till Ireland a Nation/1974
28. Sober Again – Blood Or Whiskey
Khas punk 90an yang mencoba merangkul kembali bibit-bobot-bebet Irlandianya.
No Time to Explain/2001
29. Nancy Whiskey – Shane MacGowan and The Popes
Shane, setelah dipecat dari The Pogues mendirikan kelompok separatis Shane MacGowan and The Popes pada 1994 dan melahirkan hit “Nancy Whiskey”. Memang, harus diakui, tanpa Spider Stacy, peminum berat bernama lengkap Shane Patrick Lysaght MacGowan ini secara musikal agak kehilangan taring. Musiknya jadi malah lebih pekat warna pub rock (The Rolling Stones pra-80an, Bruce Springsteen, Cold Chisel, dan sejenisnya) yang dilumuri sentuhan irish folk di sana-sini. Gregetnya sedikit menumpul. Tapi Shane sudah terlanjur dihormati sebagai suatu entitas unik, kedekatan berlebihnya pada alkohol, tabiat slebor dan kerap lepas kontrol justru menjadi bagian dari kekhasannya.
The Snake/1995

30. Preab San Ol – The Tossers
Paragraf pertama dan kedua dari liriknya dalam bahasa, um, Gaelic. Saya ndak paham apa artinya. Namun jika menguliti sifat dasar celtic punk, ya, pasti ndak jauh-jauh dari urusan mikol. Hey, Donald, put yer troosers back on!
The Valley of the Shadow of Death/2005

31. Is This Bar Open Till Tomorrow – The Mahones
Punk 90an yang mengibarkan martabat Irlandianya tinggi-tinggi.
Paint the Town Red/2003
32. Five-Dollar Bill – Amadan
Sejatinya grup asal Oregon, AS, ini memainkan padu padan antara punk rock dengan world music. Namun karena kental latar belakang ke-Irlandia-an serta kerap memasukkan musik Irlandia ke dalam komposisinya, kuintet ini lalu dikategorikan sebagai celtic punkers.
Hell-Bent 4 Victory/2004

33. Home for a Rest – Great Big Sea
Pertama kali didendangkan oleh Spirit of the West pada 1990. Saking termahsyurnya di Kanada, selain lagu ini telah masuk kategori klasik, ada juga yang menyebutnya sebagai “Canada’s second national anthem”.

…You’ll have to excuse me, I’m not at my best
I’ve been gone for a week, I’ve been drunk since I left
These so-called vacations will soon be my death
I’m so sick from the drink, I need home for a rest…

Save This House/1990

34. Bullet for Vapid Beer – Cherry Coke$
Whoah! Japanese celtic punk! Paddy-o, ohayu gozaimasu!
Beer My Friends/2004

35. Drunken Sailor – Tears For Beers
Sea shanty yang juga dikenal dengan judul “What Shall We Do with the Drunken Sailor”.
Tonton videonya serta simak baik-baik joget Irlandia dari penggebuk drum Tears for Beers sekalian sambil belajar teknik-teknik dasarnya.
Mud Water Dance/1999

Happy Saint Patrick’s Day everyday! Sláinte!

SIMAK JUGA
Whiskey Makes Me Crazy: Kumpulan Video The Tossers

___________________

♬ Download the whole playlist here

Boozed, Broozed, and Broken-boned,
RUDOLF DETHU

____________________

The Block Rockin’ Beats
Curator: Rudolf Dethu
Every Wednesday, 8 – 10 PM
The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.
No bullcrap.
Zero horse shit.
Rad-ass rebel without a pause.

Shut up and slamdance!

16 thoughts on “St. Patrick’s Day: Irish Whiskey, Celtic Punk, & More Whiskey

  1. Tulisan dan refrensi yang sangat bagus…. dan saya suka…. πŸ˜€
    celtic memang bukan kebudayaan “timur”, tapi semangat celtic itu yang bisa diambil….

    sedikit bercerita hehe….
    bahkan orang eropa pernah heran, bahwa celtic dikenal di Indonesia…. namun mereka sangat respek dan salut dengan semangat celtic yang dikenal di Indonesia…. tidak sekedar sebatas musik saja, namun kebudayaan menyeluruh mengenai filosofi dan sejarah celtic itu sendiri….

    pernah terlibat langsung dalam pembicaraan “serius” (walau sebatas online internet) dengan seorang eropa yang notabene intelektual tentang budaya ini tinggi. bahwa pernah salahsatu tokoh dari Irlandia (St. Patrick) dijadikan lelucon di Indonesia dengan plesetan nama lain, dan menjadi sorotan. mungkin di Indonesia ini sedikit lucu, namun di negara Irlandia ini sangat mengganggu dan menganggap menghina….
    menurut pribadi saya, itu sangat buruk dan harus direfleksikan….

    dengan kejadian tersebut, perlu diluruskan mindset bahwa Celtic adalah kebudayaan menyeluruh…. bicara soal Celtic, bukan hanya soal musik, namun segala aspek kebudayaan lainnya….
    dan tulisan ini (St. Patrick’s Day: Irish Whiskey, Celtic Punk, & More Whiskey) sangat bagus, karena informasi cukup kompleks….
    sekaligus menjadi pembelajaran bersama…. πŸ™‚

    berikut sampler dari Indonesia yang pernah dibuat oleh Celtic Folk Punk music:

    http://celticfolkpunk.blogspot.com/2011/12/sampler-indonesia-2011.html

  2. Ryan, terima kasih banyak atas tanggapan dan kesediaannya berbagi.

    Soal budaya “Timur”, hehe… Yang mana sih yang disebut budaya “Timur” itu? Membakar maling hidup-hidup itu masuk budaya Timur bukan? πŸ™‚
    Saya ndak terlalu peduli dengan isu “Timur” atau bukan. Hari ini dunia sudah hampir tanpa sekat. Bagi saya “Timur” atau bukan itu tak lagi penting. Saya menyukai Celtic Punk karena mereka bisa menciptakan identitas uniknya sendiri. Sekaligus melakukan inovasi baru: memasukkan instrumen tradisional ke elemen modern sehingga instrumen yang tadinya dianggap kuno bahkan kampungan justru berbalik jadi cool.

    Mari bersulang! -RD

  3. Yay !!! kata orang-orang sih, Indonesia budaya “Timur”…. hehe
    saya sependapat dengan anda bahwa tidak ada sekat lagi antara pengetahuan dan batas negara…. (yang ada sekat hanya ruang ganti antara pria dan wanita) πŸ˜€

    mengenai Celtic punk, saya sependapat bahwa The Pogues yang sedikit radikal di jamannya mengawali konsep celtic-punk dijamannya, karena dari segi lirik/kata-kata juga, mereka yang memulai lebih “bebas dan slengekan” daripada grup musik yang sebelumnya, contoh saja The Dubliners masih menggunakan kaidah bahasa “Old English”, sedangkan The Pogues sudah menggunakan kata-kata yang lebih “kasar”…. πŸ™‚

  4. great review Lads….. πŸ™‚
    mengutip tanggapan di atas yang ditulis oleh kawan saya Ryan Frederiksen, celtic adalah budaya global yang tidak hanya menyangkut musik saja tetapi juga menyangkup kebudayaan secara keseluruhan adalah saya setuju πŸ™‚
    celtic merupakan sejarah budaya yang akan terus ada…. bahkan beberapa negara selain Irlandia juga turut melestarikannya termasuk Indonesia sendiri.

    thanx Bli Dethu atas review dan playlistnya juga…… Cheers !!!!!

  5. waff ! artikel yang sangat menarik πŸ™‚ sangat membantu untuk jadi referensi -bahkan- bagi yang belum mengenal genre ini. Saluuut !!!!!

    well, haha ada dua teman saya juga diatas bung Ryan dan Brata. dari salah satu band Celtic Punk di kota Jogjakarta “The Dirty Glass”. oke, kembali ke konteks apa itu budaya “timur” dan “barat”, sebenarnya saya juga tidak akan banyak berkomentar tentang itu, yang jelas selalu saya tekankan.. dan saya yakin ini juga ada dalam benak “para peminum” Celtic Punk..bahwasanya..memang benar Indonesia sangat “jauh” dari budaya Celtic dan jelas mungkin dari kita juga bukan keturunan Irlandia/Celtic, but,Who Cares? Dimainkan atau didengarkan,,yang jelas musik ini terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja ! yah,berawal dari mendengarkan Flogging Molly dengan Drunken Lullabies-nya, saya langsung jatuh hati dengan musik ini !

    πŸ™‚ cheers bro !

  6. Music, beer, and togetherness!!

    A great article should be written by great people, best regards and cheers!!

  7. The Real McKenzies, Fiddler’s Green, Paddy And The Rats, The Black Tartan Clan, The Dreadnoughts, Greenland Whalefishers, The Working Class Symphony adalah band favorit ku.

  8. Celtic punk kalo diaplikasikan dgn baik bisa membantu menjaga budaya tradisional Indonesia, karena genre ini selalu pas dengan unsur” tradisional, para pecinta celtic mari kita rangkul budaya tradisional indonesia, jadikan budaya tradisional menjadi trend, jgn pernah malu

  9. Setuju bangets. Kesenian tradisional harus dirangkul, mungkin dipadupadan dengan gaya masa kini milik kita. Terserah. Let’s just break the barrier. Yang saya kurang setuju adalah sebagian dari celtic punk di Indonesia ini digiring menjadi nasionalisme sempit mencintai NKRI, nyaris jatuh menjadi fasis πŸ™‚

  10. Matur sembah sendika kasih, tuk kak Dethu yg slalu beraromakan wiski, yg slalu brandalan dg tato, yg slalu berdzikir dg RockNRoll. Untung ada Web Ini, link donlud, dan kawankawan diBlockRBeat. Saya Stres Dg Penyeragaman, Fasisme, Dsb.., Block Rockin’ Beat (Semoga terus meroket, meroket terus, menembus Akhirat). Amin wabarakatuh-Wiski jangan sampaijatuh…

  11. (Maunya si aku mau munculin gambar komen aku, aku ga tau caranya, bantu dong..) biar makinakrab dg kak Dethu gitu.. ..tolong dong kak Dethu menukik lagi ke-Subgenre yg belum tertukik, yg ber-sampanye yea, yg ber-coctails yea, serta yg berkadar oplosan maha pekat bin dahsyat.., jgn lupa komplit tanpa pelit sekaligus yg makin menjerit!

  12. Matur sembah sendika kasih tuk Kak Dethu
    yg slalu ber-aromakan wiski disana-sini.
    Yg slalu brandalan dg tato, yg slalu berdzikir dg Rock-N-Roll.
    Untung ada Web Ini, link dondud, serta kawan-kawan
    di Block Rockin’ Beat. Saya stres dg penyeragaman, fasisme,
    serta aturan keji yg maunya slalu mengikat, dsb..,
    BLOCK ROCKIN’ BEAT (teruslah meroket-meroket terus,
    menembus akhirat)

  13. ..tolong dong kak Dethu menukik lagi, ke- Subgenre
    yg belum tertukik, jgn lupa makin komplit nihil pelit
    skaligus ber-bandit, makasih yea sekasih kasihnyaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *