Navicula ~ Alkemis

Press release Navicula ~ Alkemis ini saya telah tayangkan pertama kali pada tahun 2005. Barangkali tulisan yang membahas album perdana grup asal Bali bersama Sony Music Indonesia—di era itu namanya masih Sony BMG—ini sudah terbilang agak usang di masa sekarang. Namun tetap saya tampilkan di situs pribadi saya ini demi mendokumentasikan perspektif yang pernah saya tuangkan agar menjadi lebih rapi, tak lagi berceceran tak beraturan, bisa menjadi arsip yang sahih lagi sinambung.

Navicula berdiri sejak 1996. Tercatat sebagai salah satu scenester veteran di Bali bersama dengan Superman Is Dead. Sempat ikut serta di album kompilasi bawah tanah Underdog Society pada tahun 1998, kemudian di tahun 1999 merilis album mandiri penuh Self Portrait, diikuti dengan album independen berikutnya KUTA (Keep Unity Thru Art) pada 2003.

Sekitar pertengahan 2004 kolektif dengan formasi terakhir Robbie (vokal, gitar), Dankie (gitar), Indra (bass), Gembul (drum), & DJ Trolley (sampling box), akhirnya bergabung dengan Sony BMG hingga April 2005 ini menerbitkan album mutakhir bertajuk Alkemis.

Masih seperti karya-karya terdahulu yang pernah mereka terbitkan, Navicula teguh setia pada genre Grunge—dan sejak DJ Trolley hadir melengkapi Navicula pada 2003, warna musik justru menjadi tambah variatif, makin seru, kaya warna, dengan sentuhan nuansa elektronik sampai melahirkan aliran yang mereka proklamirkan sebagai “Grungetronic” yang notabene adalah campur sari antara Grunge vs Electronica (think Seattle Sound meets Incubus).

Alkemis—yang bermakna seseorang yang mampu merubah sebuah hal biasa menjadi luar biasa—berisikan 15 lagu yang dominan bertutur soal sosial seperti di lagu Parasit, Suram Wajah Negeri, & Pulang; berceloteh tentang fluktuasi ekologi di Zat Hijau Daun & Kali Mati; menginjak ranah spiritual di Jiwan Mukti; geram pula gusar pada intervensi pemerintah terhadap kehidupan pribadi orang per orang di Supremasi Rasa (sekaligus sebagai single); dan secara musikal sumringah bereksplorasi memasukkan unsur etnik berupa gamelan & tabla di Ubud; bahkan berimprovisasi bebas merdeka a la “Free Form Grunge” (yup, a radical Metal version of “Free Form Jazz”…) di Keluarga Tanpa Batas.

Keras namun melodik. Intelektual sekaligus humanis. Dengan skill individual yang relatif istimewa.

Satupadukan kritisnya Jello Biafra dengan cerdikcendikianya Einstein serta vintage rock dan raw distortion Soundgarden era Bad Motorfinger dengan sedikit Detroit House… Selamat datang di Alkemis, kawan!

SIMAK JUGA
Navicula Membuat Manning Bar Bergetar dan Memar
Navicula – Salto: Passion is the Religion
Navicula ~ Alkemis

__________________

Silakan tonton single pertama dari Alkemis, “Supremasi Rasa”:

Tonton juga behind the scenes-nya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *